Oleh: Anni Inayatul Fadilah (Anggota Ekstrakurikuler Kepenulisan)
Teks Eksposisi
Raja Ampat merupakan salah satu warisan alam Indonesia yang terletak di Papua Barat. Kawasan ini dikenal luas sebagai “surga terakhir” karena keasriannya yang masih sangat terjaga. Keindahan alam, keanekaragaman hayati, serta perairan yang jernih menjadikan Raja Ampat sebagai destinasi wisata kelas dunia, terutama bagi pecinta wisata bawah laut.
Wilayah Raja Ampat terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil dengan kekayaan ekosistem laut yang luar biasa. Terumbu karang yang sehat, ikan-ikan kecil yang langka, serta berbagai spesies laut lainnya hidup dengan harmonis di perairan ini. Namun, selain menyimpan potensi wisata dan konservasi, Raja Ampat juga diketahui memiliki kandungan nikel yang cukup besar. Nikel merupakan bahan baku penting dalam industri, khususnya untuk produksi baja antikarat dan baterai kendaraan listrik.
Sayangnya, aktivitas penambangan nikel yang mulai dilakukan di beberapa pulau di Raja Ampat berpotensi merusak keseimbangan ekologis. Lalu-lalang kapal pengangkut nikel, pembukaan lahan tambang, serta limbah industri dikhawatirkan akan mencemari laut dan merusak terumbu karang yang menjadi rumah bagi ribuan spesies laut. Jika hal ini terus dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang terancam, tetapi juga masa depan sektor pariwisata yang menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat.
Oleh karena itu, pelestarian Raja Ampat harus menjadi prioritas semua pihak. Pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri perlu bekerja sama untuk menjaga kelestarian alam dan mencegah kerusakan ekosistem. Raja Ampat bukan hanya milik Papua, tetapi juga milik dunia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut terbesar yang masih tersisa. Menjaga Raja Ampat berarti menjaga warisan alam untuk generasi yang akan datang.