Oleh: Ulya Muthia (siswa kelas XII-IPA)
Kutapaki lembaran lama
Tentang negri hebat dan kemerdekaannya
Indonesia, tiga setengah abad negriku dijajah
Oleh mereka para pedebah
Datang berkedog dagang
Berkhianat merampas kekuasaan
Pergi satu, yang lain menyerbu
Dentuman bom memecah telinga
Gepulan asap warnai udara
Cipratan darah di mana-mana
Di situ adalah saksi bisu
Pahlawanku tumbang satu persatu
Menyisakan isak pilu
Berhias darah beku warnai baju
Persatuan mereka tancapkan
Aksi pahlawan terpentaskan
Jiwa raga, harta dan keluarga, terkorbankan
Hingga tiba
Matahari terbit tebarkan senyumannya
Proklamasi diprolamirkan
Meski riuh bedil meriam Jepang
Di bawah tentara serikat yang hampir mendarat
Nahkoda negri pertama membebaskannya
Menggunturkan suara pada dunia
Menggema di lima benua
Melintasi tujuh samudra
17 Agustus 1945
Dengan kehendak Tuhan Yang Maha Esa, NEGRIKU RESMI MERDEKA