Berbicara tentang kepemimpinan, pasti yang akan terlintas adalah kewibawaan, kearifan, yang disegani dan lain sebagainya. KEPEMIMPINAN adalah proses mengarahkan orang dan mempengaruhi aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan tugas dari anggota-anggota kelompok untuk mencapai suatu tujuan. Untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif, seorang pemimpin harus dapat mempengaruhi seluruh yang dipimpinnya melalui cara-cara yang positif.Para pemimpin dalam kelompok pada jenis dan tingkat apa pun pastilah akan mengajak yang dipimpinnya ke suatu tujuan yang baik.Pemimpin bukan administrator yang suka mengatur orang lain, tetapi yang membawa air bagi pengikutnya supaya mereka dapat melanjutkan pekerjaan mereka. Pemimpin yang berhasil haruslah seorang pribadi yang baik dan menerapkan kepempinannya dengan baik pula.
Allah berfirman dalam mushafnya, "Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah," (QS Al Ahzab: 21). Rasulullah SAW mencontohkan, minimal empat hal yang harus ada dan melekat pada diri seorang pemimpin, yaitu: siddiq, amanah, tabligh dan fathonah.
Selanjutnya tentang model kepemimpinan, teori kepemimpinan Barat mengenal lima model, yaitu otokratis, militeristis, paternalistis, kharismatik, dan demokratis. Rasulullah SAW mampu mengkombinasikan kelima model kepemimpinan menjadi model kepemimpinan yang sempurna, dengan mengkombinasikan akhlakul karimah. Dengan kekuatan akhlakul karimah, Rasulullah mampu menciptakan kekuatan baru untuk menegakkan dan menyebarkan ajarannya ke seluruh penjuru dunia.
Selain karakter dan model kepemimpinan yang istimewa, kepemimpinan Rasulullah SAW selalu mengimplementasikan prinsip-prinsip kepemimpinan yang baik, antara lain, dalam memimpin selalu menggunakan sistem musyawarah, menghargai orang lain baik lawan maupun kawan, sifat ramah, selalu menunjukkan kelembutan, lebih mementingkan umat daripada diri sendiri, cepat menguasai situasi dan kondisi, pemersatu umat, mengembangkan dasar-dasar perdamaian, pembawa rahmat bagi seluruh alam, serta konsisten tidak pandang bulu dan tidak pilih kasih.
Dalam menjalankan kehidupan sosialnya, setiap umat muslim wajib meneladani sikap dan karakter yang dimiliki Rasulullah. Keteladanan sikap Rasulullah harus menjadi tolok ukur umat Islam dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya, termasuk ketika menjadi seorang pemimpin.terdapat pada empat kekuatan kepemimpinannya, yaitu inspiratif, motivatif, solutif, dan prediktif. Di samping itu, dalam membumikan kepemimpinannya, Rasulullah sangat dekat dengan orang-orang yang dipimpinnya dengan sebutan 'sahabat', suatu sebutan yang menunjukkan kedekatan pemimpin dengan yang dipimpinnya, yang secara emosional memiliki kekuatan yang saling percaya yang tinggi.Setiap manusia selalu memiliki peluang menjadi pemimpin di berbagai kesempatan. Seorang ayah menjadi pemimpin bagi istri dan anaknya, seorang istri berperan sebagai pemimpin di dalam rumah suaminya. Seorang anak memimpin dirinya untuk selalu berbuat baik dalam setiap keadaan.Tanpa memandang status dan peran, setiap manusia akan melalui masa di mana ia harus mengomandoi tatanan kehidupannya.
Oleh karena itu, berikut adalah kiat kiat gaya kepemimpinan Rasulullah yang bisa kita teladani
1. Menggunakan sistem musyawarah
2. Mencerminkan Akhlakul Karimah
3. Kebijaksanaan
4. Mendahulukan kepentingan bersama
5. Kerendahan hati